Langit Tak Selalu Biru
Hai,
Teruntuk diriku dan dirimu yang sedang melewati badai kehidupan,
Tetap bertahan yah, dunia memang jahat, kadang dunia terasa tak adil
Maka dari itulah Allah menciptakan Akhirat. Pada akhirnya semua akan dipertanggung jawabkan.
Tapi ini hanyalah dunia, yang sifatnya sementara.
Terima kasih karena tetap kuat untuk menjalani hari
Terima kasih sudah bertahan hingga detik ini
Terima kasih telah memutuskan untuk tetap bangkit di tengah terpaan badai kali ini
Sabar yah,
Tidak hanya kamu saja yang sedang berjuang
Setiap manusia sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing
Seperti yang sudah di katakan Allah dalam Al-Qur’an
"Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar," (2:155)
Jangan pernah merasa sendiri ya, manusia memang bisa pergi kapan saja, tapi Allah? Ia selalu bersama kita, hambanya. Boleh berjalan jauh tapi tetap ingat pulang yah, Allah tidak akan pernah sekali pun meninggalkan hambanya.
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (9:41)
Mungkin dengan cara ini Allah ingin kita lebih dekat dengan-Nya
Allah ingin kita tetap berada di jalan-Nya. Namanya baru pertamakali menjadi manusia ya, hehe.. pasti ada salahnya. Tidak apa-apa kok, selagi kita bisa belajar dalam kesalahan itu, tidak mengulanginya, dan bertaubat – Allah Maha Pengampun. Maka kita akan menemukan cahaya untuk kembali kepada-Nya.
Oh iya, pesan untukku dan untukmu,
Jangan terlalu melihat nikmat orang lain,
Sejatinya manusia itu memiliki takdirnya masing-masing, mempunyai nikmatnya masing-masing,
Yang perlu kita ubah adalah bagaimana cara kita memandang sebuah takdir itu.
Ah, mungkin saja dibalik keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu,
"Apapun yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya untuk menemukanmu" - Ali bin Abi Thalib
Pun sebaliknya, apa pun yang bukan takdirmu, "sehebat dan sekuat apapun menjaganya, tetap aja bakal pergi meninggalkanmu.” Jadi untuk apa kita mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi itu? Bahkan kita tidak bisa mengendalikannya. Bukan wewenang kita juga kan? Maka tetap percaya saja kepada sang pencipta. Ia lebih tahu apa yang terbaik untukmu, bukan sekedar apa yang kamu mau, tapi yang kamu butuhkan. Kadang, jika sesuatu tidak berjalan sesuai kemauan kita, pasti langsung marah ya, tapi sudah Allah katakan
“Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (2:216)
Yuk berdamai dengan apa yang sudah Allah tetapkan, berdamai dengan semua yang sudah berlalu. Tidak perlu terburu-buru, pelan-pelan, semua membutuhkan proses. Boleh sedih, tapi sebentar saja yah... mari kita bangkit, setidaknya masih ada semangkuk mie ayam atau bakso favoritmu untuk dinikmati. Kita lewati semua ini bersama, mari tumbuh bersama, mari berbahagia bersama, dan tetap menjadi baik.
"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (29:69)
Aku dan kamu, kita kuat, kita bisa. Allah tidak menjanjikan langit selalu biru tapi Ia menghadirkan pelangi setelah badai berlalu. Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, (94:5-6) Bahkan, Allah mengulanginya sampai dua kali.
Komentar
Posting Komentar